Akibat Pendapatan Turun, Laba 2015 Logindo Samudramakmur Anjlok 99%

Perlambatan ekonomi domestik telah berdampak negatif terhadap kinerja keuangan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) pada tahun 2015. Perlambatan ekonomi mengakibatkan berkurangnya permintaan akan jasa pelayaran. Bisnis pengangkutan melalui jalur laut cenderung redup, antara lain dipicu oleh pengangkutan batubara yang berkurang. Ini lantaran produksi batubara yang melimpah atau tidak sebanding dengan permintaan. Akibatnya, pendapatan perusahaan pelayaran merosot, termasuk LEAD.

 

Dari laporan keuangan tahun 2015 yang diumumkan, Selasa (15/3) terungkap, laba LEAD anjlok hingg 99,75% menjadi US$49.293 pada 2015 dari US$19,979 juta pada 2014. Ini seiring penurunan pendapatan dan kenaikan biaya keuangan LEAD pada 2015.

 

Manajemen LEAD mengemukakan, pendapatan LEAD turun sebesar 31,7%, dari US$69,013 juta menjadi US$47,127 juta pada 2015. Seiring penurunan pendapatan, beban pokok pendaoatan juga berkurang 8,2% menjadi US$33,54 juta. Namun, laba kotor LEAD juga merosot sebesar 58% menjadi US$13,66 juta. Adapun laba usaha emiten pelayaran itu turun 73% menjadi US$7,494 juta dari US$27,760 juta pada 2014.

 

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/3), hingga pukul 11.43 WIB, harga saham LEAD naik Rp12 (8,05%) menjadi Rp161 dari harga penutupan, Senin (14/3) sebesar Rp149 per unit. Pada periode perdagangan 30 Desember 2015 sampai dengan 14 Maret 2016, harga saham LEAD naik sebesar 9,56%, yaitu dari Rp136 menjadi Rp149 per unit. Lukiditas perdagangan saham emiten pelayaran ini di BEI cukup baik. (*)