Permintaan Ayam Tinggi, Pendapatan Japfa Comfeed Diprediksi Rp28,691 Triliun

Marlene Tanumihardja, analis Samuel Sekuritas, Jakarta memperkirakan pendapatan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) pada 2016 mencapai Rp28,691 triliun. Proyeksi ini  sekitar 14,65% lebih tinggi dari Rp25,023 triliun pada 2015. Laba JPFA pun diprediksi tumbuh sebesar 60,98% menjadi Rp755 miliar pada 2016, dari Rp469 miliar pada 2015.

Dalam laporan riset emiten yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (8/3), Marlene mengemukakan, target pendapatan dan laba tersebut didukung oleh membaiknya daya beli masyarakat, serta tingkat konsumsi ayam per kapita di Indonesia yang rendah sekitar 8 kilogram per tahun dibandingkan negara Asia Tenggara sebesar 18 kilogram per tahun.

Kenyataan tersebut, demikian Marlene, telah menumbuhkan keyakinan bahwa permintaan terhadap daging ayam masih besar. Selain itu, nilai rupiah yang cenderung menguat terhadap dolar Amerika Serikat hingga dibawah Rp13.400 per US$ berpotensi mendorong pertumbuhan kinerja JPFA tahun ini. ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Kami perkirakan, pendapatan JPFA dapat tumbuh 14,7% pada tahun ini,ââÅ¡¬ tulis Marlene dalam laporan riset, Selasa (8/3). 

Menurut Marlene, JPFA diuntungkan rendahnya harga bahan baku dan lebih stabilnya harga anak ayam usia sehari atau DOC dan Broilers. Harga jagung dan bungkil kacang kedelai yang turun akibat cuaca kondusif di Argentina dan Brazil, serta pengendalian harga jagung oleh Bulog ikut menekan biaya produksi pakan ternak. ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Dengan ekspektasi harga bahan baku pakan ternak lebih murah dan harga DOC serta ayam broiler yang stabil, kami melihat marjin laba kotor JPFA akan tumbuh 50 basis poin,ââÅ¡¬ kata Marlene.

Marlene merekomendasikan ââÅ¡¬ÃƒÆ’‹Å“beliââÅ¡¬ saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) dengan target harga Rp1.000 per saham. Target harga ini, sekitar 25,78% lebih tinggi dibanding harga JPFA pada penutupan, Selasa (8/3) sebesar Rp795 per saham. Pada perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/3) harga saham JPFA tercatat sebesar Rp790 per saham, turun sebesar Rp5 dibanding harga penutupan sehari sebelumnya. (*)