Pendapatan 2016 PP Properti Diproyeksikan Rp1,96 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pendapatan PT PP Property Tbk (PPRO) pada 2016 diperkirakan mencapai Rp1,96 triliun, sekitar 40% lebih tinggi dari target pendapatan 2015 sebesar Rp1,4 triliun. Laba PPRO diprediksi tumbuh 37% menjadi Rp411,6 miliar dari Rp300 miliar tahun 2015.

Tim analis First Asia Capital dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (22/2) mengemukakan, penjualan pemasaran PPRO diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun pada tahun ini, meningkat sebesar 30% dibandingkan target Rp2,0 triliun tahun 2015.

Menurut First Asia Capital, beberapa proyek properti tahun lalu akan dilanjutkan oleh PPRO pada tahun ini, antara lain Grand Kemala Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon.

"Dua proyek tersebut menyumbang pendapatan Rp572 miliar dan Rp425 miliar pada tahun lalu," tulis analis First Asia Capital dalam riset yang diumumkan, Senin (22/2).

Analis First Asia Capital mengatakan, kinerja emiten properti tahun ini akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Ini seiring kebijkan Bank Indonesia menurunankan suku bunga acuan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 7% pada tahun ini. Selain itu, paket kebijakan pemerintah yang memberikan izin kepemilikan properti bagi warna negara asing yang bekerja di Indonesia juga berpotensi mendorong pendapatan PPRO.

Tim analis First Asia Capital merekomendasikan 'beli' saham PPRO dengan target harga Rp210 per unit. Target tersebut, 8,8% lebih tinggi dibanding harga penutupan PPRO, Jumat (19/2) sebesar Rp193 per unit.

Sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015, harga saham PPRO turun sebesar 12,31% menjadi Rp178 per unit, pada 30 Desember 2015, dari Rp203 per unit pada 2 Januari 2015.