Efisiensi Berhasil, Garuda Indonesia Laba US$76,480 Juta pada 2015

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Program efisiensi yang dijalankan oleh manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada tahun lalu cukup berhasil. Ini terbukti dari raihan laba perseroan yang mencapai US$76,480 juta (US$0,00296 per saham) pada 2015. Padahal pada 2014, emiten jasa penerbangan udara ini masih mengalami rugi US$370,046 juta (US$0,01480 per saham).

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2015 yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/2) terungkap, pencapaian laba GIAA terjadi di tengah penurunan pendapatan usaha sebesar 3%, dari US$3,933 miliar menjadi US$3,815 miliar.

Menurut manajemen, pendapatan GIAA dari penerbangan berjadwal mencapai US$3,208 miliar pada 2015, turun sekitar 5,2% dari US$3,384 miliar. Sedangkan pendapatan penerbangan tidak terjadwal naik sebesar 28,4%, dari US$203,90 juta menjadi US$261,90 juta. Adapun pendapatan lainnya stabil sebesar US$345 juta pada 2015.

Kendati pendapatan turun, manajemen GIAA ternyata berhasil menekan beban usaha menjadi US$3,732 miliar, turun 13% dari US$4,292 miliar pada 2014. Penurunan beban operasional tersebut mendorong GIAA membukukan laba usaha sebesar US$168,745 juta pada 2015. Padahal di tahun 2014, GIAA masih mencatat rugi usaha US$395,228 juta.

Pada saat yang sama, beban keuangan GIAA juga berkurang 6,5% menjadi US$68,58 juta. Hal tersebut menyebabkan GIAA mampu meraih laba sebelum pajak US$105,55 juta pada 2015. Di periode sama tahun 2014, emiten jasa penerbangan udara beraset US$3,3 milliar pada 2015 itu masih mencatat rugi sebelum pajak US$456,453 juta.