Pemerintah Pangkas Anggaran Kesehatan Rp6 Triliun, Potensi Laba INAF Susut Rp20 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Indofarma Tbk (INAF) hingga akhir tahun 2016 akan membukukan laba bersih sebesar Rp7,885 miliar. Perkirakan itu, jauh dari target perusahaan obat pelat merah ini sebelumnya, yakni sebesar Rp30 miliar. Penyebabnya, adanya pemangkasan anggaran Kementerian Kesehatan hingga Rp6 triliun.  

Direktur Utama INAF, Arief Budiman menjelaskan, pemerintah memangkas anggaran Kementerian Kesehatan hingga Rp6 triliun dan hal itu menghilangkan pendapatan yang berasal dari tender dari Kementerian tersebut, sebesar Rp450 miliar.

"Tender yang sudah kami dapat dari Kementerian Kesehatan itu Rp450 miliar, dengan margin Rp20 miliar. Jadi, hilang Rp20 miliar," terang Arief di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Untuk diketahui, sebelumnya Perseroan menargetkan penjualan mencapai Rp1,9 triliun atau naik dari sebesar Rp1,62 triliun di 2015. Namun, melihat kondisi diatas, Perseroan memangkas target penjualan Rp1,697 triliun. Penjualan itu berasal dari obat generik 99 persen, sementara alat kesehatan dan obat herbal 1%.

Sementara pada tahun 2017, Perseroan menargetkan penjualan Rp2,117 triliun dan laba bersih Rp30,482 miliar. Peningkatan laba itu ditopang oleh penurunan biaya produksi dan biaya bunga pinjaman. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, peningkatan laba tersebut juga di topang dari peningkatan obat dan bahan baku obat herbal. Dari kedua jenis produk itu, akan menyumbang 20% dari total penjualan.