Menko Darmin : Fundamental Ekonomi Kuat

foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, kembali menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat.

Adanya demontrasi aksi damai 212 yang berlangsung Jumat (02/11/2016) ini, diyakini tidak berpengaruh terhadap perekonomian nasional.

"Beberapa indikator menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat," tegasnya di Jakarta, Jumat (02/11/2016).

Beberapa indikator yang dimaksud, antara lain; pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif baik, yakni sebesar 5,01 persen sepanjang tahun ini dan inflasi yang bertahan di kisaran tiga persen, meski ada kenaikan harga komoditas di November ini, seperti cabai.

Selain itu, pada kuartal II 2016 CAD di level 2,2 persen, kemudian pada kuartal III menjadi 1,8 persen. Penurunan CAD ini diikuti oleh total neraca pembayaran dalam negeri yang surplus. Adapun pertumbuhan angka kredit naik di kisaran tujuh persen per Oktober, sebelumnya di kisaran enam persen.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengungkapkan, yang membuat khawatir adalah dampak lanjutan dari terpilihnya Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

"Demo kan suatu yang biasa ya. Demo setiap minggu juga ada, nggak harus kita anggap luar biasa, volatilitas suatu yang biasa. Untuk ekonomi Indonesia yang lebih berdampak itu apa yang terjadi di AS," jelas Mirza, Kamis (01/12/2016).

Menurut Mirza, sejak Trump terpilih menjadi orang nomor satu di Negara Paman Sam, BI lebih waspada dan terus melakukan langkah antisipasi fluktuatifnya rupiah.

"BI terus hadir di pasar," tandasnya.