Kini Hadir Layanan Tabungan Reksa Dana Online di Aplikasi DOKU

foto : istimewa

Pasardana.id ââÅ¡¬“ Dunia fintech (financial technology) di Indonesia semakin marak. Kali ini, perusahaan penyedia layanan pembayaran elektronik DOKU dan marketplace reksa dana Bareksa meluncurkan sebuah terobosan yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia, yakni menawarkan layanan tabungan reksa dana (Cipta Dana Cash) secara online di aplikasi DOKU.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Melalui layanan ini, para pengguna DOKU kini dapat membeli produk investasi ini mulai dengan nominal Rp100.000 saja,ââÅ¡¬ jelas CEO DOKU, Thong Sennelius, di Jakarta, Kamis (03/11/2016).

Ditambahkan, pengguna DOKU bisa sekaligus menabung di reksa dana pasar uang sehingga bisa memperoleh imbal hasil (keuntungan) dari uang mereka yang disimpan di DOKU.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Tidak lagi nol persen seperti selama ini,ââÅ¡¬ imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, tabungan reksa dana di aplikasi DOKU cocok untuk pengguna yang ingin belajar dan mencoba berinvestasi karena menawarkan investasi aman dengan resiko yang minim dengan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan menabung di bank. Fitur ini juga bisa memberikan manfaat lebih bagi pengguna yang memiliki endapan dana di DOKU.

Asal tahu saja, saat ini, penetrasi reksa dana di Indonesia masih relatif rendah.

Menurut data OJK per September 2016 total dana kelolaan reksa dana di Indonesia baru sekitar Rp309 triliun. Dibandingkan negara-negara lain, angka itu tergolong kecil, cuma sekitar 10,5% dibandingkan PDB Indonesia.

Padahal, di Amerika Serikat, total AUM sudah mencapai 100% PDB, Malaysia 55%, dan di Singapura bahkan sudah mencapai hampir 591% dari PDB.

Jumlah investor reksa dana di Indonesia pun masih relatif sedikit. Pada tahun 2015 diperkirakan baru sekitar 250.000 orang. Artinya, ini cuma sekitar 0,1% dari total populasiââÅ¡¬masih terpaut jauh di bawah AS yang telah mencapai 28%, Malaysia 18%, dan bahkan Singapura yang sudah 30%.

Namun, kondisi ini dilihat justru menawarkan peluang pertumbuhan yang sangat besar.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Melihat penetrasi Internet di Indonesia yang telah mencapai 100 juta orang dan pertumbuhan akses pembayaran tanpa uang tunai yang diperkirakan akan menciptakan belanja konsumen hingga USD10 triliun dalam 10 tahun mendatang (Global, The Demand Institute report), kami bersama Bareksa melihat ada peluang yang sangat besar di depan,ââÅ¡¬ tandasnya, optimistis.