Kelompok Menengah ke Bawah Dinilai Butuh FLPP KPR

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Real Estate Indonesia (REI) meminta skema kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat berpenghasilan Rp4,5 juta - Rp7 juta dibuatkan oleh pemerintah. Kalangan ini dinilai masuk kategori menengah ke bawah.

"Harga rumah ini mencapai Rp160 juta - Rp180 juta," kata Eddy Hussy, Ketua Umum DPP REI di Jakarta, belum lama ini.

Usulan ini diharapkan bisa memenuhi pencapaian target satu juta rumah. Selama ini Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Padahal, ada segmen masyarakat yang masuk di antara kelompok atas dan bawah yakni kelompok menengah.

Golongan ini telah mempunyai penghasilan di atas kalangan bawah, tapi dia belum mampu memiliki rumah, meskipun itu dilakukan dengan cara kredit.

Kelompok masyarakat ini juga disarankan ke pemerintah diberikan suku bunga tetap selama enam bulan sebesar 6%-7%.

Sementara itu, kalangan bawah tergolong MBR mempunyai penghasilan sebesar Rp2,5 juta - Rp4 juta per bulan.

Harga rumah subsidi yang ditawarkannya di Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek) sebesar Rp133,5 juta per unit pada 2016.

Harga ini naik menjadi Rp141 juta per unit pada 2017.

Sebelumnya, pada 2015 rumah itu disediakan seharga Rp126,5 juta per unit.

Untuk harga rumah subsidi di Pulau Jawa, di luar Jabodetabek mencapai Rp116,5 juta pada 2016. Angka ini akan naik menjadi Rp123 juta pada awal 2017.

Pada sisi lain, sebanyak 415.000 unit rumah telah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sampai Oktober 2016. Angka ini masih rendah dibandingkan pasokan 2015 mencapai 690.000 unit.