Kenaikan Premi Diharapkan AAUI Akhir 2016 dan Awal 2017

foto : istimewa

Pasardana.id - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) berharap kenaikan pendapatan premi akan dicapai industri asuransi jelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Pada kedua waktu itu, masyarakat akan membeli asuransi.

"Pertumbuhan bisnis akan merangkak pada akhir tahun dan menjelang awal tahun," kata Dadang Sukresna, Kepala Bidang Komunikasi dan Statistik AAUI di Jakarta, belum lama ini.

Asal tahu saja, pendapatan premi diperoleh asuransi umum sebesar Rp 46,1 triliun pada kuartal III 2016. Angka ini naik sebesar 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dari Rp 42,4%.

Kenaikan pendapatan ini dikontribusikan lini bisnis satelit sebesar 524,8%. Hal serupa terjadi pada energi darat sebesar 230,65, pesawat udara sebesar 79,55 energi offshore sebesar 65,25, dan penjaminan sebesar 54,7%.

Dari berbagai lini usaha itu, penurunan terjadi pada asuransi kendaraan bermotor, yang turun sebesar 6,6% menjadi Rp 5,4 triliun pada kuartal III 2016. Sebelumnya, pada kuartal yang sama tahun lalu dicapai Rp 5,8 triliun.

"Kami berharap penurunan lebih tipis setidak 3%," jelasnya.

Walaupun demikain, sambung dia, pangsa pasar ini paling besar dibandingkan yang lain. Angkanya mencapai 25,2% pada kuartal III 2016.

Begitupula asuransi pengangkutan laut, mengalami hal serupa. Hal yang sama terjadi pada asuransi kecelakaan.

Pada sisi klaim asuransi dialami Rp20,3 triliun pada kuartal III 2016. Jika dibandingkan waktu yang sama tahun lalu turun sebesar 7,6% dari Rp 21,9 triliun.

"Penurunan klaim terjadi pada sebagian besar lini usaha," jelasnya.

Namun, dari angka itu sejumlah lini usaha mencapai peningkatan klaim yakni asuransi energi offshore sebesar 62,2%, rekayasa sebesar 73,5%, kredit sebesar 50,2%, dan rangka kapal sebesar 57,4%.

Selanjutnya, asuransi kesehatan sebesar 81,4%, asuransi kendaraan bermotor sebesar 47,1%, dan asuransi kredit sebesar 50,2%.