KKP Minta Kenaikan Penyaluran KUR

foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan kebutuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 21,7 triliun pada 2017. Angka ini terbagi atas perikanan tangkap potensial debitur 455.900 dengan kebutuhan KUR Rp 3,6 triliun, dan perikanan budidaya Rp 12,7 triliun dengan debitur potensial 169.486.

Kemudian, pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan Rp 5,7 triliun dengan debitur potensial 61.244, dan usaha garam rakyat Rp 170 miliar dengan 2.268 debitur potensial.

"Kita sudah usulkan ke Kemenko Perekonomian," kata Direktur Jenderal Penguatan Data Saing Produk KKP Nilanto Perbowo di Jakarta, kemarin.

Sementara itu sampai Oktober 2016 telah direalisasikan KUR oleh KKP untuk sektor perikanan sebesar Rp 779,8 miliar dari 39.026 debitur. Angka ini lebih kecil dibandingkan semua sektor seperti sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 42 triliun dengan 1.944.465 debitur.

Kemudian sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp 10,3 triliun dengan 624.968 debitur dan sektor industri pengolahan Rp 2,8 triliun dengan 138.517 debitur. Selanjutnya, sektor transportasi pergudangan dan komunikasi Rp 1,03 triliun dengan 37.580 debitur dan sektor lainnya Rp 4 triliun melalui 175.102 debitur.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Braman Setyo menargetkan realisasi KUR sektor perikanan sebesar Rp 94 triliun dari alokasi anggaran Rp 100 triliun sampai akhir 2016. Dari angka ini akan dicapai secara bertahap sebesar 15%.

"Kami dorong terus menerus sektor perikanan bisa ditingkatkan realisasi KUR, karena banyak menyedot tenaga kerja," ujarnya.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) mencatat sebanyak Rp 80 triliun telah direalisasikan sebagai KUR dengan sekitar 3,8 juta debitur.