Kembangkan e-Commerce, PT Pos Bakal Direposisi

foto : istimewa

Pasardana.id - Untuk mengembangkan e-commerce, PT Pos Indonesia (Persero) akan direposisi untuk membantu pelayanan logistik transaksi perusahaan-perusahaan ekonomi digital atau e-commerce.

Nantinya, PT Pos tidak lagi berorientasi pada pengiriman surat tetapi juga menjadi tulang punggung logistik e-commerce Indonesia.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, reposisi PT Pos Indonesia merupakan salah satu kebijakan yang diatur dalam paket kebijakan XIV tentang roadmap e-commerce yang diharapkan mampu mendorong perluasan dan peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Paket kebijakan yang diumumkan pada Kamis (10/11) malam adalah upaya pemerintah mengembangkan e-commerce yang nilai transaksinya bisa mencapai 130 miliar dolar AS pada 2020," terangnya, di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

"Kalau kita mencapai 130 miliar dolar AS pada 2020 mungkin itu sudah mencapai kurang lebih 10 persen dari PDB Indonesia," sambung dia.

Lebih lanjut dijelaskan, penambahan fungsi PT Pos dalam pengurusan logistik akan membantu perusahaan e-commerce yang belum memiliki jasa logistik sendiri, agar menekan biaya pengiriman.

Dengan lebih dari 3.000 kantor di seluruh Indonesia, PT Pos memiliki skala ekonomi yang besar untuk mendukung efisiensi biaya dalam bisnis e-commerce.

"E-commerce players tidak perlu membuat sendiri divisi logistiknya, tetapi bisa lebih efisien kalau ada satu platform logistik yaitu PT Pos," tandas dia.