Program Tax Amnesty Bisa Tingkatkan Tax Ratio Jadi 14 Persen

foto : istimewa

Pasardana.id - Kasubdib Peraturan KUP Pajak, Dodik Samsu Hidayat mengatakan, hal terpenting dari capaian periode I program pengampunan pajak (tax amnesty) adalah meningkatkan jumlah penerimaan pajak di 2017.

"Sehingga tax ratio kita yang 11 persen diharapkan bisa meningkat menjadi 14 persen di tahun depan," ujar Dodik, di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Selain itu, jelas dia, program tax amnesty juga menjadi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) baru di 2017.

"Kalau bicara repatriasi uang yang masuk ke Indonesia minimal itu di bank. PPh akan kita dapatkan penambahan. Kalau diinvestasikan ke sektor rill atau saham, paling nggak di infrastruktur itu akan menambah volume pembayaran PPN. Jadi repatriasi akan jadi PPN dan PPH baru," tuturnya.

Asal tahu saja, dari jumlah harta yang dilaporkan sekira 3.600 triliun di periode I, hal ini juga akan menjadi basis penambahan penghasilan negara. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, tax ratio Indonesia yang hingga saat ini hanya mencapai sekira 11 persen, sangat tidak bisa diterima. Terlebih, jika melihat besarnya potensi yang dimiliki oleh Indonesia.

"Tax ratio kita lihat dari sisi penerimaan tahun ini saja. Indonesia dengan tax ratio 11 persen adalah sangat tidak bisa diterima. Dibandingkan negara lain itu sangat kecil," tandas Bu Ani, sapaan akrabnya.