OJK Berupaya Penuhi Kebutuhan ASPM

foto : istimewa

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong kebutuhan Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM). Langkah ini dilakukan dengan penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 16/POJK.04/2015 tentang hal tersebut.

Adapun tenaga ASPM harus dimiliki manajer investasi pengelola reksa dana syariah. Regulator ini juga akan membentuk unit pengelolaan investasi syariah.

Saat ini, Indonesia hanya mempunyai 26 ASPM. Jumlah ini diharapkan naik menjadi 50 ASPM.

Mety Yusantiati, Presiden Direktur The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) menyatakan, jumlah ASPM belum banyak di Indonesia akibat dunia pasar modal belum mengetahui kegunaannya. Kejadian ini diatasi dengan sosialisasi ASPM di berbagai daerah, lembaga, dan orang.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Saat ini ada ahli pasar modal syariah yang mengawasi, memberi nasihat kepada jasa keuangan syariah,ââÅ¡¬ jelasnya.

TICMI telah mengadakan pendidikan Ahli Syariah Pasar Modal dengan materi seperti pengantar ekonomi syariah, ushul fiqh, akad-akad syariah, qawaid fiqhiyah, dasar-dasar pasar modal syariah, produk investasi syariah, fiqh muamalat, dan akuntansi syariah di pasar modal.

Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai tenaga pengajar syariah muamalah digandeng untuk menyelenggarakannnya. Sebanyak 44 orang telah mengikuti pendidikan tersebut.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Tahun ini sebanyak 50 orang lebih mendapat sertifikasi ASPM dari OJK,ââÅ¡¬ ujarnya.

Sertifikasi ASPM bakal diperoleh seseorang yang mengikuti pendidikan selama 80 jam. Kemudian, dia akan dimintakan rekomendasi dari DSN MUI sebagai integritas lulusannya dan lisensi dari OJK.