Dana Repatriasi Dorong Likuiditas Bank

foto : istimewa

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan likuiditas perbankan sangat ketat terjadi di Bank Pembangumam Daerah (BPD). Hal itu terjadi akibat belanja pemerintah daerah (pemda) tinggi.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Namun itu sudah dapat dikelola dengan baik oleh BPD,ââÅ¡¬ kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Nelson Tampubolon di Jakarta, belum lama ini.

Apalagi BPD dinilai telah berpengalaman mengantisipai kemungkinan terjadi pengetatan likuiditas akibat belanja tersebut. Jadi, jikapun itu terjadi hanya sesaat saja.

Menyoal likuiditas perbankan nasional, diyakini Nelson terjaga secara baik sampai akhir 2016. Langkah tersebut ditunjang masuknya dana pengampunan pajak ke bank sebelum Desember 2016.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Peserta tax amnesty harus merepatriasi hartanya sebelum Desember. jadi seharusnya likuiditas melonggar di akhir tahun,ââÅ¡¬ jelasnya.

Saat ini wajib pajak (WP) hanya mendeklarasikan hartanya. Mereka belum merepatriasi hartanya.

Nelson meyakini, kondisi likuiditas baik terdapat di semua bank, tidak kecuali Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I. Bank ini memiliki modal sebesar Rp100 juta-Rp1 triliun.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Likuiditas bank akan bertambah dengan Bank Indonesia menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 100 basis poin (bps) menjadi 6,5%,ââÅ¡¬ jelasnya.

Likuiditas suatu bank terlihat dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 90,08% sampai Juli 2016. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp4.585,08 triliun.