Suku Bunga Kredit Tidak Bisa Turun Langsung

foto : istimewa

Pasardana.id - Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengakui penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) 7 day reverse repo rate sebesar 0,25% atau 25 basis poin (bps) ditunggu perbankan. Karena, kebijakan ini bisa mendorong penurunan suku bunga kredit.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Namun, suku bunga kredit tidak bisa diturunkan dalam waktu dekat, karena bank harus menganalisa secara total,ââÅ¡¬ kata Asmawi Syam, Direktur Utama PT BRI (Persero) Tbk di Jakarta, kemarin.

Diakuinya, penurunan suku bunga 7 day reverse repo rate menunjang penurunan cost of fund/CoF (biaya dana) bank. Namun, ini bukan segalanya.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Penurunan suku bunga kredit dihitung dengan komponen-komponen lain seperti overheat cost, margin, dan non performing loan (NPL),ââÅ¡¬ ujarnya.

Adapun salah satu langkah yang dilakukan BRI untuk menurunkan suku bunga kredit dengan pengurangan overheat cost. Itu direalisasikan dengan pembelian satelit dan pengembangan digital banking.

Suku bunga deposito juga tidak dapat diturunkan secara langsung setelah penurunan 7 day reverse repo rate. Kebijakan ini ditempuh bank setelah deposito mengalami jatuh tempo.

Sementara itu, sebanyak Rp603,5 triliun telah dikucurkan BRI sampai 30 September 2016. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu naik sebesar 16,3%.

Dari total kredit sebesar Rp603,5 triliun, didominasi kredit mikro sebesar Rp204,8 triliun. Angka ini naik 20,3% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu dari Rp170,2 triliun.

Sebanyak 8,6 juta debitur kredit mikro dimiliki BRI pada kuartal III 2016 atau naik dari 7,6 juta. Kredit ini merupakan bisnis inti BRI.