Kerumitan Aturan Penyebab Penerimaan Pajak Rendah

foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyadari kepatuhan pajak masyarakat rendah akibat aturan perpajakan yang rumit. Hal ini berdampak penerimaan pajak di Indonesia masih rendah.

"Penerimaan pajak kita dalam beberapa tahun terakhir jauh di bawah target," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, kemarin.

Menyikapi kondisi tersebut, Kemkeu akan melakukan amandemen Rancangan Undang-Undang (RUU) Perpajakan dan RUU Pajak Penghasilan (PPh). Kedua regulasi ini akan diperbaiki supaya tidak menimbulkan kompleksitas dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Selain itu, pelayanan perpajakan akan ditingkatkan dengan pembangunan dan penguatan profesionalisme dan integritas sumber daya manusia (SDM) Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Langkah ini direalisasikan dengan penciptaan pembayaran, pelaporan, dan akses informasi perpajakan berbasis teknologi informasi (TI) secara mudah.

Sebelumnya, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp1.495,9 triliun. Dari angka ini pajak non migas sebesar Rp1.271,7 triliun, kepabeanan dan cukai sebesar Rp191,2 triliun, serta PPh Migas Rp33 triliun.