OJK Paparkan Cara Industri Asuransi Tingkatkan Penetrasi

foto : istimewa

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat utilisasi asuransi hanya sebesar 11,81% di Indonesia. Apalagi penetrasi asuransi, lebih rendah lagi yakni 2,5%.

Kondisi tersebut bisa diusahakan berubah meningkat untuk tingkat utilisasi dan tingkat penetrasi dengan pemanfaatan teknologi informasi (TI). Caranya, perangkat ini dipakai untuk mengkomunikasikan dan memasarkan asuransi.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Terobosan-terobosan di industri asuransi ke depan seharusnya diarahkan dengan penggunaan teknologi,ââÅ¡¬ kata Deputi Komisioner Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Edy Setiadi di Jakarta, kemarin.

Apalagi perangkat TI seperti gawai lebih banyak dari penggunanya. Walaupun demikian, tidak semua alat komunikasi bisa mencapai semua daerah di Indonesia akibat keterbatasan perangkatnya. Hal ini juga harus disadari industri asuransi.

Dijelaskan, untuk daerah yang memperoleh fasilitas komunikasi, industri asuransi perlu membidik generasi Y dengan media sosial (medsos). Mereka akan mengetahui dan mencari informasi asuransi melalui itu.

Langkah lain, juga bisa dilakukan industri asuransi dengan pemasaran asuransi mikro melalui suatu kelompok masyarakat. Jadi, perusahaan asuransi bisa memperoleh banyak nasabah secara langsung.

Pemasaran asuransi mikro bisa menggunakan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Langkah ini bisa dilakukan agen asuransi yang ditargetkan mencapai 10 juta agen.

Sementara itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Dewan Asuransi Indonesia (DAI) meningkatkan penetrasi asuransi dengan peringatan Hari Asuransi pada Selasa, 18 Oktober 2016. Dari acara ini diharapkan semua masyarakat mempunyai polis asuransi sekaligus mendapatkan manfaatnya.

"Insurance Day mensosialisasikan asuransi kepada seluruh masyarakat termasuk mengedukasi masyarakat menengah bawah agar memahami manfaat dan memiliki asuransi,ââÅ¡¬ Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI sekaligus Ketua Umum DAI.

Insurance Day akan roadshow di sembilan kota, yakni Medan, Padang, Pekanbaru, Bandung, Surabaya, Semarang, Denpasar, Pontianak, dan Makassar. Jakarta akan menjadi kota pertama penyelenggara ini pada 11 November 2016 dan berakhir di Yogyakarta pada 13 November nanti.