London FTSE Merosot Akibat Turunnya Saham Tesco dan Unilever

foto: istimewa

Pasardana.id - Saham Tesco dan Unilever berakhir turun di Bursa Efek London, Inggris, pada Kamis (13/10/2016), setelah kedua perusahaan ritel tersebut terlibat dalam persengketaan harga.

Seperti dilansir BBC News, Tesco telah menghentikan penjualan lusinan produk Unilever secara online, termasuk merek-merek seperti  Marmite dan PG Tips. Perselisihan yang terjadi dipicu keinginan Unilever untuk meningkatkan harga penjualan grosir dalam upaya menekan biaya akibat merosotnya nilai tukar pound sterling.

Saham Tesco turun 2,27 persen, sedangkan saham Unilever merosot 3,4 persen. Melemahnya dua saham tersebut turut menjadi faktor utama melemahnya indeks FTSE 100 pada Kamis, turun 46,27 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 6.977,74.

Pelemahan angka indeks juga dipengaruhi turunnya saham-saham perusahaan tambang. Saham Rio Tinto merosot 4,8 persen sedangkan saham BHP Billiton turun 4,4 persen setelah Citi menurunkan peringkat saham kedua perusahaan tersebut dari ââÅ¡¬ÃƒÆ’…neutralââÅ¡¬ menjadi ââÅ¡¬ÃƒÆ’…sellââÅ¡¬.

Saham perusahaan-perusahaan pengembang properti naik, dengan saham Persimmon dan Barratt Developments naik 1,9 persen, setelah survei terkini dari Royal Institution of Chartered Surveyors menunjukkan pulihnya permintaan perumahan di Inggris.

Pound tetap dalam tekanan kekhawatiran proses ââÅ¡¬ÃƒÆ’‹Å“BrexitââÅ¡¬ÃƒÆ’¢Ã…¾¢. Terhadap dolar Amerika Serikat, pound dipertukarkan US$1,2204, turun 0,3 persen dari sebelumnya. Pound juga turun 0,3 persen terhadap euro menjadi 1,1055 per pound.

Seperti di Inggris, bursa-bursa utama Eropa lainnya berakhir dengan pelemahan pada Kamis. Di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, indeks Dax 30 merosot 109 poin, atau sekitar, 1,04 persen, menjadi 10.414,07. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 77.80 poin, atau sekitar 0,90 persen, menjadi 8.608,70. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melorot 47,07 poin, atau sekitar 1,06 persen,