AJB Bumiputera 1912 Akui Perlu Pembenahan Internal

foto : istimewa

Pasardana.id - Badan Perwakilan Anggota (BPA) Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 mengakui pembenahan internal harus dilakukan perusahaan asuransi tersebut.

Langkah itu berupa peningkatan kapasitas dan kapabilitas pegawai, sistem pemasaran produk, dan peningkatan mutu teknologi informasi (TI).

"Dengan perbaikan itu akan tercipta sistem manajemen yang lebih baik," kata Anggota Badan Perwakilan Anggota (BPA) AJB Bumiputera 1912, Abdul Kadir di Jakarta, kemarin.

Ditambahkan, perbaikan internal dinilai bisa dilakukan AJB Bumiputera 1912. Jadi, ini tidak perlu diurus pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan setelah pihaknya bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), baru-baru ini. Menurut JK, AJB Bumiputera 1912 bisa menjadi perusahaan modern. 

"Kami silaturahmi kepada Pak Wapres meminta arahan mengenai pengembangan asuransi ke depan. Wapres Kalla juga tidak mengarahkan adanya pembentukkan pengelola statuter, melainkan cenderung menyarankan pelaksanaan restrukturisasi dan pengembangan internal perusahaan," jelasnya.

Ditambahkan, AJB Bumiputera 1912 diharapkan dapat bersaing dengan perusahaan asuransi lain di Indonesia. Hal ini tidak hanya dilakukan dengan sistem pemasaran produk, tapi penyediaan produk-produk sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kita ingin asuransi Bumiputera menjadi lebih besar dan menjadi tuan rumah di negara sendiri," ucapnya.

Sementara itu, aturan asuransi mutual terus didorong untuk diterbitkan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan legalitas perusahaan dalam mengenbangkan asuransi mutual.

"Kami mengharapkan pemerintah secepatnya menerbitkan PP tentang asuransi mutual," ucapnya.

Menurutnya, aturan asuransi mutual bisa disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk kemudian diajukan pemerintah. Kemudian, Presiden dan DPR membahasnya.

"Keputusan Mahkamah Agung (MA) memerintahkan Undang-Undang Asuransi berbadan hukum usaha bersama (mutual) dibuat DPR selama 2,5 tahun," tandasnya.