Target Harga Saham Garuda Indonesia Rp425 per Unit

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Thennesia Debora, analis BNI Securities, Jakarta merekomendasikan 'beli' terhadap saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dengan target harga Rp425 per unit.

Target harga tersebut 41,67% lebih tinggi dibandingkan harga penutupan Garuda Indonesia (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin (30/11) sebesar Rp300 per saham.

Menurut perkiraan Thennesia, kinerja keuangan GIAA ke depan akan lebih baik. Proyeksi tersebut didasarkan pada peningkatan permintaan frekuensi penerbangan, restrukturisasi rute, dan sinergi yang baik antara GIAA dengan anak usaha perseroan.

Selain itu, lanjut Thennesia, rekomendasi beli saham GIAA juga seiring peningkatan kinerja selama Januari 2015 - September 2015. Pada periode tersebut, GIAA mencatat laba US$51,4 juta dibanding rugi US$220,1 juta per September 2014.

"Pancapain laba ini terjadi di tengah peningkatan pendapatan GIAA sebesar 0,5% menjadi US$2,85 miliar," tulis Thennesia Debora dalam laporan riset yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (1/12).

Sementara itu, papar Thennesia, untuk mendongkrak pendapatan GIAA pada 2016, perusahaan BUMN penerbangan itu akan mendatangkan 23 unit pesawat baru. Pesawat itu terdiri atas 15 unit pesawat untuk Garuda dan 8 unit untuk Citilink.

Pada 2016, GIAA akan menambah frekuensi penerbangan ke Beijing, Shanghai dan Guangzhou. Sampai dengan September 2015, GIAA memiliki 181 unit pesawat, naik 7,10% dari 169 unit per Desember 2014. Ini termasuk 44 unit armada Citilink dari sebelumnya 37 unit pada 2014.

Hingga pukul 15.14 WIB, harga GIAA tercatat Rp304 per saham, naik Rp4 dibanding harga penutupan sehari sebelumnya. Pada periode 2 Januari sampai dengan 30 November 2015, saham GIAA telah turun 52,75%, dari Rp635 per unit menjadi Rp300 per unit.