Bintang Mitra Semestaraya Masih Rugi Hingga September

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Upaya menajemen PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) untuk memperbaiki kinerja keuangan cukup berhasil, paling tidak hingga September 2015.

Manajemen mampu menekan sejumlah beban sehingga kerugian BMSR pun berkurang cukup signifikan. Meski begitu, dari sisi pendapatan perseroan masih mencatat penurunan.

Dari laporan keuangan per September 2015 yang dilaporkan ke BEI, Senin (16/11), tercatat BSMR masih merugi Rp9,71 miliar pada Januari-September 2015.

Akan tetapi, kerugian emiten kimia itu turun 57,21% dibanding Rp22,68 miliar pada periode sama 2014. Ini berkat kepiawaian manajemen perseroan dalam memangkas beban operasi.

Faktor penyebab kerugian BMSR tersebut, yakni pendapatan usaha yang masih turun sebesar 4,91% menjadi Rp1,63 triliun dari Rp1,72 triliun per Sepetember 2014.

Namun, pada saat yang sama, manajemen perseroan pun dapat menekan beban pokok penjualan BMSR sebesar 4,72% menjadi Rp1,55 triliun, dari Rp1,63 triliun per September 2014.

Kendati beban pokok penjualan berkurang, laba kotor emiten kimia beraset Rp503,753 miliar per September 2015 itu, masih turun 8,35% menjadi Rp82,93 miliar, dari Rp90,49 miliar.

Setelah dikurangi beban usaha dan beban lain-lain, BMSR mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp9,86 miliar per September 2015, turun 57,22% dari Rp23,06 miliar.

Seiring keberhasilan manajemen mengurangi kerugian BMSR per September 2015, harga saham emiten kimia tersebut juga berangsur membaik.

Sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini, saham BMSR melonjak sebesar 116% menjadi Rp255 per unit pada 13 November 2015, dari Rp118 per unit pada 2 Januari 2015.