Menko Airlangga : Pemerintah Perpanjang PPKM di Luar Jawa Hingga 20 September

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah kembali memperpanjang kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali selama dua pekan ke depan.

Kebijakan PPKM di luar Jawa-Bali berlaku mulai 7 September sampai dengan 20 September 2021.

"Pemerintah memutuskan perpanjangan PPKM di luar Jawa-Bali mulai 7 September hingga 20 September," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam video conference di Jakarta, Senin (6/8/2021).

Menko Airlangga menambahkan, PPKM level 4 akan diterapkan di 23 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali.

Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan PPKM di periode sebelumnya yang mencapai 34 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 4.

"15 kabupaten/kota dari total 34 yang level 4 ini masih di level 4, yang sudah turun adalah 19 kabupaten/kota. Namun ada tambahan delapan kabupaten/kota yang dapat peningkatan dari level 3 ke level 4 sehingga total di level 4 ada 23 kabupaten/kota," ungkapnya.

Sejumlah daerah yang masih  menerapkan PPKM Level 4 tersebut adalah; Banda Aceh, Aceh Tamiang, Aceh Besar, Kota Jambi, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Palangka Raya, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Tarakan, Bangka, Makassar, Palu, Poso, Padang, Kota Medan, Sibolga, Mandailing Natal, Kupang, Bolaang Mongondow, dan Manokwari.

Kemudian, sebanyak 314 kabupaten/kota akan menerapkan PPKM level 3 atau naik dari jumlah sebelumnya 303 kabupaten/kota. Sedangkan yang menerapkan PPKM level 2 masih sama yaitu sebanyak 49 kabupaten/kota.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menjelaskan, bahwa evaluasi PPKM luar Jawa-Bali dilakukan setiap dua pekan sekali meski asesmen dilakukan setiap pekan.

Berdasarkan hasil evaluasi, hingga 5 September 2021 jumlah kasus aktif nasional mencapai 155.519 kasus, dengan luar Jawa-Bali berkontribusi sebanyak 60 persen. Kasus aktif di luar Jawa-Bali mengalami penurunan dengan penurunan tertinggi dicatatkan oleh Nusa Tenggara sebesar minus 73,76 persen.

“Dari segi kesembuhan di luar Jawa-Bali (sebesar) 90 persen, sedikit di bawah nasional yang 92,94 persen. Kemudian kasus kematian di luar Jawa-Bali 2,99 persen, di bawah nasional yang sedikit lebih baik yaitu 3,29 (persen),” tandasnya.