Trauma Investasi Bodong, Financial Planner Rangkul Perempuan Pahami Konsep Keuangan Syariah

foto : ilustrasi (ist)

“Perempuan Indonesia itu perannya luar biasa, apalagi menyangkut keputusan finansial diri dan keluarga. Oleh karena itu, sebagai perencana keuangan, saya ingin melihat sesama perempuan, khususnya ibu rumah tangga, agar melek dengan konsep investasi yang tepat agar menuai manfaat finansial yang rasional. Perempuan juga harus termotivasi untuk berpikir kritis dalam mengolah informasi agar mampu mem-validasi kebenaran dari tawaran investasi yang dibagikan di sosial media atau pesan WhatsApp.” – Putri Madarina MM., CFP® - Syariah Financial Planner

Pasardana.id - Deretan kasus investasi bodong di Indonesia kerap menjerat kalangan perempuan, khususnya ibu rumah tangga.

Akhir Maret 2019 lalu, terjadi  kasus penipuan investasi berkedok arisan online di Trenggalek, Jawa Timur. Korban yang merupakan ibu-ibu tersebut harus menerima kenyataan pahit bahwa total kerugian yang mencapai Rp 700 juta mungkin tidak akan pernah kembali ke tangan mereka.

Modus arisan online kerap terjadi karena budaya arisan sudah dikenal di kalangan ibu-ibu di Indonesia. Selain itu, perekrutan anggotanya leluasa, serta sistem penyetoran dananya mudah dipahami. Korban hanya diminta menyetorkan sejumlah dana setiap bulannya, dengan dijanjikan imbal hasil yang menggiurkan dalam waktu singkat.

Ambil contoh kasus penipuan investasi di Trenggalek. Para ibu-ibu ditawarkan imbal hasil tinggi hingga 20%, ditambah dengan sikap agresif oknum dalam memasarkan produknya, sehingga para korban terpengaruh pada investasi bodong ini.

Panjangnya daftar kasus investasi bodong yang menimpa perempuan merupakan risiko yang harus disikapi secara serius, baik oleh pelaku industri maupun pemerintah.

Deretan kasus yang berulang kali terjadi menandakan adanya minat perempuan untuk berinvestasi namun terhalangi oleh keterbatasan pengetahuan dan informasi yang cukup dalam mengenal mana skema investasi yang benar dan salah.

Putri Madarina, perencana keuangan dan investasi syariah, mendorong perempuan Indonesia mampu melek investasi agar terhindar dari penipuan.

“Umumnya jika suatu perusahaan sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maka kita bisa meyakini legalitas bisnisnya,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima Pasardana.id, baru-baru ini.

Ditambahkan, jika dikelola melalui instrumen yang tepat, investasi dapat menghasilkan keuntungan yang menunjang kesejahteraan keluarga. Pada dasarnya setiap perempuan memiliki kemampuan untuk kritis dan cermat dalam mempelajari investasi.

“Pertama-tama harus paham dulu bahwa setiap investasi memiliki risiko, dan risiko tersebut bisa dapat dipilih dan dikelola sesuai kemampuan kita. Selain itu, jangan mudah tergiur dengan keuntungan investasi yang tinggi. Pastikan Anda mengetahui sistem dan perhitungan keuntungan tersebut. Penjual investasi yang benar harus menyampaikan hal ini,” terang Puma, panggilan akrabnya.

Bagi para perempuan yang terlanjur menjadi korban investasi bodong, Puma mengingatkan untuk tetap rasional dalam menyikapi kerugian, dan berkonsultasi pada ahli keuangan atau financial planner yang berlisensi dan terpercaya.

Jasa financial planner dapat memberikan rekomendasi langkah yang harus dilakukan untuk mencapai kondisi keuangan yang kembali sehat serta mengetahui investasi yang sesuai profil risiko individu.

Melihat belum familiar-nya masyarakat Indonesia terhadap sosok financial planner, Puma menyadari tidak bisa hanya menunggu kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan, terlebih pasca terjadi permasalahan finansial. Puma memilih melakukan pendekatan proaktif dengan memberikan edukasi keuangan di berbagai kesempatan, khususnya menyasar kaum perempuan dari berbagai latar belakang dan status, lewat metode edukasi yang variatif.

“Ibu-ibu korban penipuan tersebut rata-rata mengenal investasi bodong lewat Facebook dan WhatsApp saja tanpa bertatap muka dengan pelaku. Melihat mereka yang sudah cukup aktif dengan sosial media, peluang ini bisa dimanfaatkan bagi para praktisi untuk melakukan edukasi di sosial media lewat penyampaian yang mudah dipahami. Dalam beberapa bulan terakhir, saya rutin membuat konten edukasi keuangan melalui Instagram serta channel podcast, misalnya tentang menyiapkan dana pendidikan lewat investasi. Ke depannya, saya berupaya konten-konten ini juga dapat hadir di medium yang lebih mainstream, seperti YouTube dan Facebook agar penyebaran kontennya lebih masif,” cerita Puma.

Selain melalui sosial media, Puma juga aktif menjadi pembicara seputar keuangan dan investasi di berbagai forum edukasi, contohnya gelaran Workshop #InvestaSHE, “Getting Started in Sharia Investing”, yang difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia pada bulan April 2019 lalu.

Lewat edukasi konvensional seperti tatap muka langsung, Puma dapat memiliki keleluasaan menyampaikan informasi secara mendalam serta menghadirkan ruang diskusi antar audiens yang merupakan perempuan, yang selama ini kerap terbatas aksesnya.

Salah satu ilmu yang sering Puma sampaikan di berbagai forum, setiap individu perlu memiliki perencanaan keuangan untuk anggaran bulanan, tabungan, investasi, dan dana pensiun agar tujuan finansial dapat tercapai, khususnya bagi mereka yang telah berkeluarga.

Puma juga mendorong tiap individu untuk rutin melakukan financial check-up, atau mengevaluasi kondisi keuangannya secara berkala.

Sebelum menekuni bidang finansial secara professional, Puma meraih gelar Diploma dan Magister Manajemen (MM) di bidang Financial Planning dan Services di Universitas Bina Nusantara yang mendukungnya dalam membuat pendekatan-pendekatan edukasi investasi yang lebih tepat untuk perempuan. Kemudian dilanjutkan dengan mengambil sertifikasi Certified Financial Planner (CFP Board), sertifikasi perencana keuangan profesional pada tahun 2015. 

Investasi Syariah sebagai Kolaborasi Spiritual dan Material

Setelah mendalami seluk-beluk beragam produk investasi dan keuangan, Puma memutuskan untuk fokus terhadap investasi syariah.

Masyarakat Indonesia sendiri kini tengah mengalami peningkatan inklusifitas nilai-nilai beragama sebagai pedoman hidup, khususnya umat Islam.

Hal itu dapat dilihat dari jumlah investor syariah di pasar modal yang terus mengalami pertumbuhan.

Menurut data BEI, per Desember 2018 terjadi peningkatan jumlah investor pasar modal syariah sebesar 92% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencetak 44.536 investor pasar modal syariah.

Prospek ini diperkirakan semakin cerah mengingat Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) telah merilis fatwa yang mengatur prinsip syariah bagi transaksi di pasar modal sejak tahun 2001, dan hingga hari ini masih terus melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap berjalannya industri keuangan syariah agar masyarakat nyaman dalam memilih investasi ini.

“Perempuan Muslim di kota-kota besar semakin aktif bergabung dalam forum pengajian. Dari komunitas yang telah terbentuk ini, saya bisa menyampaikan edukasi mengenai investasi syariah. Ketertarikan mereka terhadap agama Islam bisa membawa pencerahan bagi mereka untuk mengenal konsep investasi yang resmi dan legal di pasar modal. Yang paling efisien dalam kesempatan ini ialah investasi syariah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Puma menerangkan, memahami investasi syariah bukan sesederhana perkara halal dan haram saja, namun mengerti esensi dari prinsip syariah itu sendiri.

Keistimewaan investasi syariah adalah azas bermanfaat bagi sesama, serta menjunjung keadilan melalui sistem bagi hasil yang disepakati di awal seperti dalam reksa dana syariah.

“Jika Anda terpanggil dengan value hidup yang seperti itu, maka investasi syariah adalah pilihan yang tepat,” tambah Puma.

Menurut Puma, investasi syariah juga dapat menjadi pilihan bagi investor dari berbagai kalangan, tidak hanya umat Muslim saja, karena karakteristik produk syariah yang selektif dalam memilih emiten dapat berpotensi meraih return yang optimal sehingga layak bersaing dengan produk konvensional.