OJK Kembali Hentikan Kegiatan Investasi Bodong, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

foto : istimewa

Pasardana.id - Baru-baru ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satgas Waspada Investasi (Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi) menghentikan enam kegiatan penghimpunan dana masyarakat (kegiatan usaha/investasi) yang tidak memiliki izin alias bodong.

Menurut Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK dan Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobin, keenam perusahaan tersebut melakukan kegiatan penghimpunan dana atau kegiatan usaha yang berpotensi merugikan masyarakat, dan diduga melanggar ketentuan yang berlaku.

"Sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, Satgas Waspada Investasi menyatakan bahwa enam perusahaan harus segera menghentikan kegiatan usahanya sampai dengan memperoleh izin dari otoritas yang berwenang," tegas Tongam, dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (26/3/2017).

Terkait hal ini, kedepannya, Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan investasi dengan enam perusahaan tersebut dan dapat melaporkan kepada Satgas Waspada Investasi apabila mereka diketahui masih melakukan kegiatan sebelum mendapatkan izin dari otoritas yang berwenang.

Tongam juga menegaskan, bahwa OJK dan Satgas Waspada Investasi akan terus mengejar dan menutup kegiatan investasi ilegal.

“Selama 2017 sudah 19 perusahaan yang kita temukan dan kita tutup," terang dia.

Sebenarnya, telah beberapa kali OJK memberikan awarness kepada masyarakat terkait investasi bodong ini. OJK pun telah merangkum sejumlah kiat agar masyarakat tidak menjadi korban investasi bodong lagi.

Berikut ini beberapa kiat yang dimaksud;

Pertama, lihat bunga yang ditawarkan wajar atau tidak. Coba bandingkan dengan bunga yang ditawarkan perbankan.

Kedua, lihat badan hukum perusahan tersebut. Siapa yang memberikan izin perusahaan itu apakah dari Bank Indonesia atau dari instansi pemerintah lainnya.

Ketiga, setelah tahu ada atau tidaknya izin badan hukum tersebut, maka masyakat atau calon nasabah perlu mengecek kebenaran perusahaan itu. 

Keempat, masyarakat juga harus melihat, apakah perusahaan tersebut melakukan penjualan produk investasinya secara sembunyi-sembunyi atau terbuka.

Kelima, jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat bisa mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 1500655, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Semoga tidak muncul korban lagi yaa...