3 Langkah Ini Patut Dicoba Investor Pemula

foto : istimewa

Pasardana.id - Investasi, masih jadi hal yang asing bagi mayoritas anak muda kita. Masih ada paradigma bahwa investasi baru dibutuhkan saat sudah mapan dan berkeluarga. Padahal, investasi adalah hal yang mutlak dan sepatutnya dimulai sedini mungkin.

Dilansir dari laman Sam.co.id, disebutkan beberapa langkah investasi yang layak dicoba oleh kamu yang masih kuliah atau baru mulai bekerja.

Langkah yang dimaksud, yaitu;

1. Usia Dibawah 30 Tahun Adalah Waktunya Kamu Ambil Risiko dan Agresif Berinvestasi.

Nilai investasi akan makin meningkat seiring dengan waktu, maka semakin cepat kita memulainya semakin banyak pula keuntungan yang bisa didapatkan.

Usia muda adalah waktu yang paling tepat untuk mulai mengalokasikan uang dalam skema investasi. Saat belum berkeluarga dan belum ada tanggungan berbagai cicilan, berarti masih ada nominal yang cukup besar yang bisa disisihkan dari penghasilan.

Pada usia dibawah 30 tahun, sebaiknya seseorang agresif mencari instrumen investasi yang berisiko tinggi namun juga menawarkan keuntungan yang tinggi. Barulah kelak 5 tahun menjelang pensiun, seseorang harus lebih berhati-hati untuk mencari instrumen investasi yang memiliki nilai risiko rendah, namun tetap menguntungkan.

2. Investasi Saham: Risiko Tinggi, Keuntungan yang Ditawarkan Juga Tinggi.

Berinvestasi lewat instrumen saham secara tidak langsung menjadikan kita pemilik dari badan usaha yang kita beli sahamnya. Dengan ini, kita akan mendapatkan 2 jenis keuntungan: capital gain dan dividen, serta berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Sebelumnya, mari kita bahas dulu keuntungan dari investasi ini.

Capital gain adalah keuntungan yang didapat pemegang saham saat melepaskan sahamnya ke pasar. Sebagai contoh, kamu membeli saham Hipwee dengan harga Rp 5.000,00/saham. Saat sentimen pasar terhadap industri media daring positif, harga naik menjadi Rp 6.000,00/saham. Kamu akan mendapat keuntungan Rp 1.000,00/saham, dikalikan jumlah saham yang kamu miliki.

Sedang dividen, adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan pada pemegang saham setelah mencapai jangka waktu tertentu. Dividen bisa berupa dividen tunai yang diberikan dalam bentuk uang pada pemegang saham, atau bisa juga diberikan dalam dividen saham yang bisa meningkatkan kepemilikan saham seseorang di perusahaan tersebut.

Besarnya keuntungan yang ditawarkan oleh investasi saham juga sebanding dengan risikonya. Pemilik saham tidak bisa dilepaskan dari ancaman likuidasi perusahaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan capital loss saat sentimen pasar memburuk.

Namun, investasi ini sangat layak kamu coba saat usiamu masih muda dan belum memiliki banyak tanggungan. Lagipula mulai Januari 2014 lalu, Bursa Efek Indonesia mengubah aturan pembelian 1 lot saham dari 500 lembar jadi 100 lembar. Harusnya hal ini membuat saham makin terjangkau kantungmu, kan?

3. Obligasi: Menjadi Si Pemberi Pinjaman dan Mendapatkan Keuntungan Berupa Bunga.

Obligasi, secara sederhana bisa dipahami sebagai surat perjanjian hutang yang dikeluarkan oleh pihak pertama (pihak yang mengeluarkan obligasi) kepada pihak kedua (pihak pemegang obligasi) untuk memanfaatkan dana pihak kedua dan mengembalikannya beserta bunga pada jangka waktu yang telah disepakati.

Jika kamu membeli obligasi, maka kamu adalah orang yang meminjamkan danamu pada pihak yang mengeluarkan obligasi.

Obligasi bisa dikeluarkan oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah.

Di Indonesia sendiri instrumen investasi obligasi dibagi menjadi 3: obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan obligasi ritel.

Keuntungan dari investasi ini tidak jauh berbeda dengan keuntungan saat kamu meminjamkan uang pada temanmu dengan menerapkan sistem bunga.

Di skema investasi obligasi, keuntungan disebut dengan yield. Yield dihitung dengan cara membagi tingkat suku bunga dengan harga nominal obligasi.

Sebagai contoh, Hipwee mengeluarkan obligasi dengan harga Rp 500.000,00 dengan bunga 2,5% sampai dengan masa jatuh tempo. Maka pemegang obligasi akan mendapatkan yield sebesar Rp 12.500,00 pada masa jatuh tempo. Besarnya yield akan sangat tergantung pada besarnya angka obligasi yang kamu beli. Semakin besar angka obligasinya, makin besar pula keuntungan yang bisa kamu dapatkan.

Investasi ini layak dicoba untukmu yang punya modal cukup besar dan ingin bermain aman dalam investasi.

Tapi harus diingat, risiko obligasi yang relatif kecil juga sebanding dengan keuntungannya yang tidak bisa melonjak dengan fantastis.

Nah, tunggu apa lagi untuk berinvestasi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi, kan? (Stevandy Clawaira)