Mengapa Orang Berpendidikan Membuat Keputusan Investasi yang Bodoh?

foto : istimewa

Pasardana.id - Siapa yang tidak kenal dengan institusi atau pihak yang membantu para investor; seperti penasihat investasi, manajer investasi, dan berbagai profesional yang bergerak dalam dunia investasi.

Tetapi apakah anda cukup yakin dengan keputusan - keputusan yang mereka ambil atas uang kalian?

Tahukah anda, bahwa ada riset yang menyatakan alasan mengapa kita tidak boleh berharap pada profesional investasi untuk melakukan hal yang lebih baik dari kita, dalam membangun investasi yang mengatasnamakan kita.

Dilansir dari laman Biznews.com baru-baru ini, disebutkan bahwa riset yang dilakukan Investors Chronicle, salah satu institut terpercaya dari United Kingdom, mengungkapkan bahwa pemilihan studi yang dilakukan terhadap informasi dalam dunia finansial, masih belum mempunyai akses yang baik, sehingga tidak bisa membantu para investor untuk menghindari kerugian dan kesalahan dalam dunia investasi tersebut.

"Hal pertama yang kita tidak akan duga adalah edukasi yang kita dapatkan. Pendidikan edukasi dalam finansial yang kita telah dapatkan, tidak membuat kita bisa mengambil keputusan investasi yang lebih baik," sebut riset tadi.

Sementara itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh George Washington University mengungkapkan, walau para pelajar telah diberikan video tentang investasi, mereka hanya akan menambah ilmu dan pengetahuan mereka, tetapi tidak dengan kemampuan untuk mengambil keputusan.

Adapun hal lain yang menyebabkan orang membuat kesalahan dalam berinvestasi adalah karena mereka terlalu terpaku dengan apa yang sudah mereka dapatkan, atau yang mereka sudah bayar.

Seperti yang banyak orang katakan, sesuatu yang dibayar lebih dapat diandalkan. Padahal berbayar atau gratis tidak dapat menjadi suatu tolak ukur keandalan data tersebut. Dan juga adanya unsur kehebatan dari pemilihan kata dan juga kata-kata yang dapat membuat investor dengan mudahnya percaya kepada para profesional investasi, yang sebenarnya tidak mempunyai skill yang cukup baik dalam menentukan atau mengambil keputusan di waktu yang tepat.

Selain itu, hal umum yang dapat membuat sarjana atau lulusan terbaik dalam finansial terlihat bodoh adalah, godaan bagi mereka untuk membeli dan menjual saham di waktu yang tepat bagi mereka.

Mengapa demikian?

Dalam dunia saham, pergerakan apapun itu hanyalah dapat di kira-kira atau kita duga, tidak dapat dipastikan kapan naik dan turunnya, dengan nilai yang kita sudah prediksikan. Bahkan orang-orang jenius pun akan tetap salah, jika mereka harus menentukan atau menyebutkan nilai pasti suatu investasi. (Stevandy Clawira)